Jumat, 12 Juli 2013

Jangan Berlebih-lebihan

Di antara orang-orang yang tidak dicintai Allah adalah orang-orang yang berlebihan. Dalam surat Al-A'raf:31 Allah berfirman, makan dan minumlah kamu, tapi jangan berlebih-lebihan karena Allah tidak suka kepada orang yang berlebih-lebihan.

Jalaludin Rumi punya gambaran menarik akan ayat ini. Menurutnya, "Orang itu hanya taat pada satu perintah Tuhan, yaitu: Makan dan minumlah kamu. Tapi ia tidak menaati kalimat berikutnya. 

Penyakit Hati

Sufi ternama, Jalaluddin El Rumi pernah memberikan nasihatnya, "Dalam hidup ini, kalian sudah banyak sekali menanam pohon berduri dalam hati kalian. Duri-duri itu bukan saja menusuk orang lain tapi juga dirimu sendiri. Ambillah kapak Haidar, potonglah seluruh duri itu sekarang sebelum kalian kehilangan tenaga sama sekali."

Pohon berduri dalam hati yang dimaksud Rumi adalah penyakit- penyakit hati dalam ruh kita. Bersamaan dengan tambahnya umur, bertambah pula kekuatannya. Tak ada lagi waktu yang lebih tepat untuk menebang pohon berduri di hati kita itu selain saat ini. 

Kamis, 11 Juli 2013

Orang Mukmin dan Alquran

Dari Abu Musa r.a., Rasulullah SAW bersabda,”Perumpamaan orang mukmin yang membaca Alquran seperti jeruk manis, baunya harum, rasa enak. Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Alquran seperti kurma, tidak harum tetapi rasanya manis.  (Hadits Riwayat Bukhari, Muslim, Nasa’i, Tirmidzi)

Alquran adalah kalam Ilahi, tak cukup hanya mengimaninya. Bacalah walau satu ayat. Dengan demikian akan muncul gairah dan semangat masyarakat untuk menjadikan Alquran sebagai pedoman, sehingga diri, keluarganya diarahkan untuk mempelajarinya dengan sungguh-sungguh.

Orang Munafiq dan Alquran

Dari Abu Musa r.a., Rasulullah SAW bersabda, "Perumpamaan orang munafiq yang membaca Alquran seperti bunga raihan, baunya harum tetapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafiq yang tidak membaca Alquran  seperti buah pare, tidak berbau dan rasanya pahit.” (Hadits Riwayat Bukhari, Muslim, Nasa’i, Tirmidzi)

Begitu indah Rasulullah mengambil perumpamaan. Alquran sejatinya diturunkan bukan hanya untuk dibaca, namun harus ditelaah dan terapkan. Siapa pun yang mengikuti dan mengamalkannya, maka akan memperoleh keselamatan dan kebahagian, baik di dunia maupun di akhirat.

Rabu, 10 Juli 2013

Antara Akhirat dan Dunia

Dalam sebuah hadis riwayat Ahmad, Ibnu Majah dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah, Tidaklah perbandingan dunia dengan akhirat melainkan seperti perumpamaan seseorang dari kalian memasukkan jari-jarinya ke dalam lautan, maka coba perhatikan apa yang masih tersisa pada (jari) nya”.

Ya, Allah... Alangkah kecil arti dunia. Maka sungguh merugi bila kita mati-matian mengejar kenikmatan dunia dengan mengorbankan kenikmatan akhirat yang lebih besar.

Tajamnya Lidah

Imam Al-Ghazali bertanya pada murid-muridnya. "Apakah yang paling tajam di dunia ini?" Murid-muridnya menjawab dengan serentak, "pedang." Benar, kata Imam Al-Ghazali, tapi yang paling tajam adalah "lidah manusia". 

Rasulullah bersabda, “Inginkah kuberitahukan kepadamu penegak dari semua amalan itu?” Muadz menjawab, “Mau wahai Rasulullah.” Maka beliau memegang lidahnya seraya bersabda, “Tahanlah ini.” (HR At-Tirmizi) 

Meninggalkan Salat

Apa yang paling ringan di dunia ini? Ada yang menjawab kapas, angin, debu dan daun-daunan. Namun menurut Imam Al-Ghazali, yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkan salat". 

Banyak kaum Muslimin yang meremehkan solat, bahkan mengabaikannya. Padahal, diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Al Imaan dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya batas seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan salat.”