
"Ilmu pengetahuan ini pahit pada awalnya, tapi manis melebihi madu pada akhirnya..."
Kalimat tersebut tertulis dalam sebuah piring keramik, hadiah dari khurasan Iran tahun 1100 yg kini tersimpan di musium Louvre prancis (lihat gambar)
#saudaraku hadiah itu dibuat pada masa keemasan peradaban Islam, memimpin dlm segi iptek, ekonomi dan tata pemerintahan
Sedangkan saat itu eropa masih dlm masa kegelapan, masa dimana gagap teknologi dan disibukkan dalam urusan supranatural
Barulah setelah 300 th kemudian, eropa masuk pada masa pencerahan, yg juga atas sumbang pemikiran ibnu rushd (aveross) dari andalusia
Ibnu rushd lah yg mengenalkan kembali pemikiran2 pemikir Yunani kuno pada eropa, seperti socrates dll, dg menerjemahkan manuskripnya
#saudaraku, tulisan di Piring tadi melecut kita agar jangan malas untuk mendapatkan ilmu baru... Ianya memang berat, pahit dan capek
Namun semua kan membuat kita berkembang dan memiliki keahlian baru. Bukankah ini yg disebut madu?
Karena yg dimaksud berkembang itu adalah ketika kita tahu akan hal yg semula kita tak paham. jadi, semangatlah hadapi tantangan! Tabrak saja
Tahukah #saudaraku bahwa umat Islam terdahulu adalah traveler tangguh? Jauh sebelum Vasco da Gama menemukan smenanjung harapan
Jauh sebelum colombus menemukan benua Amerika, musafir Islam telah menyebrangi 3 samudra hingga Indonesia, jauh hingga ke China
Mereka juga menembus gurun Gobi, sembari terus belajar hal2 baru di luar sana. Marilah Semangat itu kita teladani #saudaraku
Jadi, "janganlah menelantarkan harapan. Jalan masih panjang." Kalimat ini juga saya ambil dari tulisan di piring metal
Sama dg piring sebelumnya, ditulis dg huruf arab kufi, dan tersimpan di museum Louvre prancis... Musium yg juga menyimpan lukisan monalisa
Demikian #saudaraku kicau pagi tentang tulisan di piring antik masa keemasan Islam, yg kini tersimpan di Islamic gallery museum Louvre
Tidak ada komentar:
Posting Komentar