Jumat, 23 Oktober 2009

Komplen Sekumpulan Anak Muda

Terhitung hari Senin 28 September - Kamis 8 Oktober, saya berlibur ke Pulau Bawean. Banyak kisah unik yang berhasil saya rangkum di pulau yang berada 80 mil utara Jawa Timur itu. Seperti kisah saat saya menerima Komplen Sekumpulan Anak Muda soal pemberitaan Media Bawean.




Sabtu, 3 Oktober, Tiga anak-anak muda usia belasan, datang bertandang ke rumah. Saya melihat, seorang di antaranya sangat resah. Hal ini bisa saya tangkap dari bahasa tubuhnya. Matanya tak terarah, tubuhnya gelisah. Begitulah.

Semula, mereka bersilaturahmi, ngucapkan selamat hari raya, bla... bla... bla... Hingga akhirnya, seorang anak muda yang resah tadi, mulai membuka suara.

”Sampean kenal Basit Media Bawean?” tanyanya.

”Ya, tentu saja,” saya menjawab.

”Sampean kok bisa jadi penulis tetapnya?”

”Oh, itu. Sebenarnya saya suka menulis di blog. Nah, catatan di blog saya itulah, bila dirasa menarik, diambil juga oleh Media Bawean,”

”Oh, begitu ya...”

”Memangnya mengapa?”

”Oh, enggak, sebenarnya saya cuma minta tolong agar foto saya yang dipasang di berita Media Bawean dicabut. Malu saya kak,” ujarnya.

Selanjutnya dia menjelaskan, kegusarannya itu bermula saat membaca berita Media Bawean yang berjudul Polsek Sangkapura Mengamankan Pemuda Mabuk-mabukan.

Dalam berita itu ditulis, Polsek Sangkapura pada Rabu (30/9) mengamankan beberapa pemuda asal Desa Sungaiteluk yang sedang mabuk-mabukan di pinggir jalan raya dengan minuman beralkohol. Pengamanan dilakukan, setelah kantor Polsek mendapat laporan dari warga setempat.

Operasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Sangkapura AKP Zamzani,SH. dengan anggota langsung mendatangi TKP dan berhasil mengamankan 5 orang pemuda sedang asyik minum-minuman jenis anggur hitam yang beralkohol. Kelima pemuda diamankan di Mapolsek Sangkapura dan mendapatkan pembinaan.

Nah, anak muda yang datang ke rumah ini rupanya salah satunya. ”Saya malu Kak, bagaimana nanti bila saudara-saudara saya baca, baik yang di sini maupun di rantau,” ujarnya.

”Lho kenapa harus malu, kan namamu tak disebut?”
”Iya kak, tapi kan wajah saya terpampang di sana!”

Di sela-sela dia menjelaskan, ponselnya berdering. ”Nah ini dia dari kawan saya yang fotonya ikut nampang di situ,” jelasnya, lalu dia mengangkat telepon.

”Ella, pokoknya bekna kalaben eson tak bisa beu paraben pole (Udahlah, kamu dan eku tak akan lagi dapat cewek,” ujarnya.

Lalu, si penelepon bertanya bagaimana hasil pembicaraannya dengan saya. ”Iye, la ekabela ka eson (iya, udah aku bilangin),” jelasnya, lalu menutup telepon.

”Gitulah kak, dari tadi kawan-kawan terus nelepon minta tolong. Yang terakhir ini paling parah, di foto itu dia berpose sedang memegang botol,” lanjutnya.

”Saya tahu saya salah, tapi tak usahlah foto kami dipasang. Kan kami sudah dihukum di kantor polisi, malam ditangkap, siang baru boleh pulang. Jadi berapa hukuman lagi yang harus kami terima?,” ujarnya.

Sayapun mafhum, lalu berjanji akan disampaikan pada Basit, selaku Pemrednya. ”Saya hanya bisa membantu, semua keputusan di tangan Basit. kalian harus paham itu,” terang saya. Syukurlah, anak muda ini maklum, lalu minta diri.

Selanjuunya saya telepon Basit, saya ceritakan semuanya. Saya katakan, bahwa saya sangat mendukung Media Bawean membantu kepolisian fight crime. Namun, saya harap juga mengedepankan rasa kasih sayang juga.

Menurut saya, anak-anak itu sudah cukup mendapat hukuman dari polisi, jadi jangan masih dihukum lagi oleh pemberitaan. Nanti apa kata keluarganya, kawan-kawannya, bahkan pacarnya? Toh, kesalahannya juga tak begitu berat.

”Kecuali bila mereka pembunuh atau merampok, pajang aja fotonya besar-besar.”

Alhamdulillah, basit mengerti. Dan foto itu langsung dicabut.


-------------


Simak terus kisah-kisah unik lainnya di blog ini...

1 komentar:

PAK KARDI mengatakan...

Kami ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan KI ANGEN JALLO dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi KI ANGEN JALLO dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan KI ANGEN JALLO meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan KI ANGEN JALLO kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik KI ANGEN JALLO sekali lagi makasih yaa KI dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja KI ANGEN JALLO DI 0 8 5-2 8 3-7 9 0-4 4 4 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW